Cari dulu penyebabnya.. baru engkau akan menemukan jawabannya.
الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين

Dunia Lebah  

Diposkan oleh AshidiQ NuGrahA

Arsitek-arsitek di alam (Lebah Madu)


Kali ini saya akan memberi tahu anda salah satu arsitek di alam, yaitu Lebah madu. Ketika anda memasuki pedesaan, anda akan lihatkeindahan bunga-bungan, namun jika anda lihat lebih dekat maka anda bias jumpai makluk hidup lain, yaitu Lebah madu (salah satu arsitek di alam yang paling disiplin).
Lebah madu hidup berkoloni dan memproduksi makanan
paling sempurna yaitu Madu. Mereka menyimpan madu-madu yang mereka dapat kedalam kantung-kantung berbentuk Hexagonal (Segienam). Tapi pernahkah anda berpikir , Kenapa mereka membuat kantung berbentuk Hexagonal?
Para ahli matematika mencari jawaban tentang pertanyaan itu,Namun setelah dilakukan penelitian, ditemukan jawaban yang sangat menarik. Cara terbaik membuat gudang penyimpanan yang berkapasitas besar adalah dengan membuatnya berbentuk Hexagonal.

Andaikan lebah-lebah tersebut membuat kantung-kantung berbentuk Silinder atau Prisma Segitiga, maka akan terbentuk ruangan diantaranya dan lebih sedikit madu yang tersimpan di dalamnya.
Kantung berbentuk Segitiga atau Persegi bias saja di buat tanpa terdapat terdapat ruang diantaranya, Tapi disini ahli metematika menyadari hal terpenting.
Dari semua bentuk geometri yang mempunyai keliling paling kecil adalah Hexagonal.
Karena alasan inilah walau semua bentuk tadi memenuhi luasan area yang sama, namun material yang di butuhkan bentuk Hexagonal lebih sedikit dan menapung volum terbesar jika di bandingkan segitiga atau persegi.
Dengan kata lain, suatu kantung berbertuk hexagonal adalah bentuk terbaik untuk gudang penyimpanan yang mempunyai kapasitas besar dengan bahan baku lilin dalam jumlah yang paling sedikit.


Hal lain yang mengagumkan tentang lebah madu ini ialah kerjasama dalam membangun sarang mereka. Jika seseorang melihat rumah lebah yang telah jadi, maka mereka akan berpikir sarang terbangun dalam blog tunggal.
Padahal sebenarnya lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah membangun rumahnya dari tiga atau empat titik yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan rumahnya tersebut, sampai bertemu di tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun di titik di mana mereka bertemu. Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumah. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan 13 derajat dari bidang datar. Dengan begitu kedua rongga berada dalam keadaan miring keatas. Kemiringan ini mencegah agar madu tidak mengalir keluar dan tumpah.
Tuhan telah menciptakan semuanya dengan kemampuan khususnya sendiri, termasuk kita. Seperti lebah madu, walaupun kecil namun punya kemampuan yang luar biasa dalam suatu koloni. 

Mengenal Lebah, Madu dan Manfaat Bagi Kita

LEBAH



Lebah madu adalah salah satu jenis serangga dari sekitar 20.000 spesies lebah. Saat ini ada sekitar tujuh spesies lebah madu yang dikenal dengan sekitar 44 subspesies. Semua spesies ini termasuk dalam genus Apis. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari lilin, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu.

Lebah madu yang ada di alam Indonesia adalah A. andreniformis, A. cerana dan A. dorsata, serta khusus di Kalimantan terdapat A. koschevnikovi.





Sejarah Lebah Madu


Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Dalam Bibel pada bagian perjanjian lama disebutkan Manna diturunkan Allah di Padang Pasir Sinai sewaktu Nabi Musa memimpin umat Israel yang tersungut-sungut karena kekurangan makanan. (Keluaran 16:13-35) Manna (honeydew) diartikan sebagai makanan dari surga karena enaknya (Sihombing D.T.H,1997, Ilmu ternak Lebah Madu Madu, UGM Press, Yogyakarta).

Al Qur'an juga menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (lebah Madu). dalam salah satu ayatnya (Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.

Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut Tengah (Afrika Utara, Eropa selatan dan Asia Kecil) yang selanjut menyebar ke seluruh wilayah dunia. (Sihombing D.T.H:1997). Bangsa Mesir Kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah, kemudian dari keranjang anyaman. Di Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu berbentuk silinder dan sarang tersebut digantung di pohon. Bangsa Rusia sebagai pengembang lebah madu secara modern, malahan disebut sebagai daerah lahan madu. Rusia mulai mengembangkan peternakan madu sejak abad ke 10 hingga kini secara besar-besaran. Mereka yang menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850).





MADU





Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organic lain, sehingga dapat bertindak sebagai stimulant bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan. Selain itu, madu juga memiliki sifat antimkiroba. Berdasarkan hasil peneliti Komara (2002), madu memiliki aktivitas senyawa antibakteri terutama pada baktero Gram (+), yakni bakteri S, Aureus, B. cereus


Hypocrates, ahli ilmu fisika membiasakan membiasakan diri makan madu secara teratur yang menyebabkan dia dapat mencapai usia 107 tahun, demikian juga halnya Aris Totoles, bapak dari “Natural Science” beranggapan bahwa madu memiliki sifat yang unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia dan memperpanjang usia, dalam arti dalam usia tua masih mempunyai stamina yang kuat dan gangguan penyakit sangat jarang dijumpai. Demikian juga Ibn sina (Avicenna), ilmuwan yang tersohor itu menganjurkan kita mengkonsumsi madu, karena dapat menjaga kekuatan sehingga masih mampu bekerja pada usia tua (senja). Dia juga menganjurkan agar manusia yang telah berusia 45 tahun sebaiknya mengkonsumsi madu secara teratur.


Semakin tinggi tingkat teknologi suatu negara, semakin tinggi kesadaran akan arti madu dalam menu masyarakat sehari-hari. Mereka semakin mendambakan lebih banyak mengkonsumsi “natural foods”. Madu buan saja termasuk kategori “natural foods”, tetapi juga dalam “natural health foods”.


Dari berbagai negara yang paling gemar mengkonsumsi madu adalah masyarakat Jerman Barat dan Swiss. Dua negara tersebut negara paling rewel terhadap persyaratan keamanan makanan bagi rakyatnya. Mereka rata-rata mengkonsumsi madu 800 gram 1,4 kg/orang/tahun. Amerika Serikat dan Inggris termasuk lebih rendah konsumsi madunya, yaitu berturut-turut rata-rata 400 – 500 gram dan 250 – 350 gram/orang/tahun.


Berbeda dengan gula biasa yang terdapat dalam permen atau gula yang dapat merusak gigi (carries) yang diakibatkan oleh tumbuhnya bakteri pembusuk yang disebut bakteri asam laktat, madu mengandung antibiotika. Meskipun pH-nya rendah, tetapi karena kandungan mineralnya tinggi mempunyai potensi bersifat basa, dan karenanya dapat berfungsi sebagai desinfeksi terhadap rongga mulut. Nenek moyang kita sering menganjurkan berkumur madu encer (± 15%) untuk menyembuhkan radang rongga mulut.


Dari hasil berbagai penelitian menyatakan bahwa daya antibakteri madu tidak ada sangkut pautnya dengan kadar gula tinggi maupun rendahnya kadar air, tetapi oleh adanya suatu senyawa sejenis lysozyme yang memiliki daya antibakteri. Senyawa tersebut lebih popular dengan nama ‘inhibine’. Bakteri gram negatif lebih peka terhadap ‘inhibine’ daripada gram positif. Inhibine sangat peka terhadap panas. Pada suhu 600C keaktifan inhibine dalam madu hilang hanya dalam waktu 15 menit.


Khasiat dan Manfaat Madu


Madu dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan ,dari Janin hingga Orang tua.
1. Janin : Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan ( rahim ).2. Ibu Hamil : Madu membantu menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi, dan membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan3. Bayi : Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi. Pertumbuhan dan perkembangan otak sangat terkait dengan kecerdasan pikiran (IQ ) dan kecerdasan mental ( EQ ) . Hal ini dapat dilihat dewasa ini aneka produk makanan tambahan baik susu atau bubur bayi yang di formulasikan dengan madu seperti Dancow , Frisian Flag , Sustagen ,dsb . Untuk itu kenapa tidak kita berikan saja bagi buah hati kita yang terbaik ,yaitu madu .4. Anak-anak : membantu agar nafsu makan meningkat ( adanya unsur vitamin B yang lengkap dalam madu), sehingga anak tumbuh sehat , lincah dan riang serta tahan penyakit. ( H.Mohamad , 2002 )5. Remaja : Khasiat madu pada akil baligh remaja membuat tumbuh sangat cepat ,gizi yang baik dan teratur akan membuat pertumbuhan tubuh menjadi sempurna.6. Dewasa : Tingkat kelelahan dan pekerjaan yang menumpuk mengakibatkan stress sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit . Dalam hal ini para pekerja pabrik yang bekerja keras seharian penuh ( long shift ) tanpa zat gizi yang memadai rawan terjangkiti penyakit seperti thypus , radang , serta infeksi bakteri lainnya maka dalam hal ini Madu adalah makanan tambahan terbaik.7. Lanjut Usia : Madu adalah makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula , karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung oleh tubuh , dimana pada usia tersebut organ pencernaan kita sudah mulai berkurang fungsinya ( Kesehatan 2001 ).
 
Penjelasan tentang lebah Dari Al-qur'an:
Betul penyebutan lebah dalam sejumlah ayat Al‑Qur’an dengan sebutan teliti yang merinci tentang tabiat tingkah laku dan produksinya, kemudian penamaan sebuah surat dengan nama an‑Nahl (lebah) tidak hanya menunjukkan penghormatan terhadap lebah sekedar sebuah isyarat dan bukti kemukjizatan belaka. Hal itu karena beberapa pertimbangan. Pertama, keterdahuluan Al-Qur’an dalam menyebutkan beberapa rincian tentang dunia lebah dan tempat tinggalnya, sekalipun diketahui pada masa wahyu diturunkan, namun ia tidak dipahami dengan pemahaman mendalam seperti yang dilakukan oleh manusia kontemporer hari ini. Kedua, dunia lebah itu luas yang penuh fakta ilmiah yang tabiat aslinya tidak mungkin disingkapkan sepanjang waktu dan ia mampu sepanjang fase sejarah sebagai bahan untuk meyakinkan kebenaran agama ini dan inilah segi lain keajaiban ilmiah

Al‑Qur’an dalam bidang dunia lebah.

Betul dunia lebah itu luas dan besar. Dari segi kegiatan lebah maka semua individu lebah mengetahui benar kewajibannya dan melaksanakannya dengan cara terpadu yang sangat baik bersama individu‑individu lain dalam kelompok. Alat‑alat pengaturan dan pengontrolan itu tertanam dalam fitrah yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada diri lebah. Setiap individu bekerja untuk kelompok karena itu masyarakat lebah ini kelihatan seperti sebuah sosok tubuh bahkan sebuah umat atau bangsa.

Tidak ada yang melata di bumi atau pun yang terbang dengan kedua sayapnya, kecuali ia adalah umat (bangsa) seperti kamu….”(QS 6:38).

Maha suci Allah, Maha Pencipta berfirman pula:

Maha suci Tuhan kami yang memberikan karunia kepada segala sesuatu yang diciptakan‑Nya, kemudian menunjukinya.” (QS 20:50).

Ayat‑ayat khusus tentang lebah tidak lain dari satu rentetan bukti keajaiban ilmiah yang dimulai dengan firman‑Nya:

Tuhanmu mewahyukan kepada lebah …” (QS 16:68).
Dikutip: Dari berbagai sumber

This entry was posted on Rabu, Februari 22, 2012 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Poskan Komentar (Atom) .

0 komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Popular Posts Today

Daftar Kode Pos Di Indonesia

Teman Bloger

Chat Bok